Minggu, 03 Januari 2016

Akhirnya Ikutan : Vaksin HPV

Merry Christmas 2015 All ! Semoga kasih dan sukacita natal selalu ada dalam hati kita setiap hari ^^ *penganut better late than never*

And Happy New Year 2016 ! Semoga kita semua makin baik dalam segala hal dan dilancarkan untuk semua persiapan bride to be tahun 2016 yey ! Amin.

Postingan kali ini gw mau cerita soal vaksin HPV. Latepost banget karna udah ada di draft dari tahun lalu tapi belom sempet lanjutin lagi sampe hari ini :D
Jujur, awalnya ga ngerti HPV ini apaan sih, sampe akhirnya baca blognya si Inspirator Nie disini

Nah jadi dari situ gw pun baru tau kalo vaksin HPV ini penting terutama buat wanita yang memang sangat beresiko terhadap kanker serviks *keliatan cetek ilmunya wkkw*



Apa itu Human Papilloma Virus ?
Diperkirakan 8 dari 10 wanita dan pria akan terinfeksi Human Papillomavirus, atau disebut HPV, sepanjang hidup mereka. Biasanya, virus itu akan hilang dengan sendirinya, tapi ketika hal itu tidak terjadi, beberapa jenis kanker dan penyakit tertentu dapat berkembang. Tidak ada cara untuk mengetahui siapa yang akan mengalami kanker atau penyakit akibat infeksi HPV tersebut.

Beberapa tipe HPV dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker mulut dan tenggorokan, kanker penis, kanker vulva dan vagina. Tipe lainnya dapat menyebabkan kutil kelamin. Paling sedikit ada 4 tipe HPV yang diketahui sebagai penyebab penyakit HPV yang sering pada wanita.
Tipe 16 dan 18 : Penyebab > 70% Kasus Kanker Serviks
Tipe 6 dan 11 : Penyebab > 90% Kasus Genital Warts


Apakah Kita Beresiko Terinfeksi HPV ?

"Banyak orang merasa bahwa dirinya tidak berisiko karena tidak merasakan gejala tertentu"
  • Infeksi HPV tinggi pada usia remaja dan dewasa muda. Siapapun beresiko terkena infeksi HPV, karena HPV adalah virus yang mudah menular, cukup sekali kontak untuk terinfeksi HPV. Penularan terjadi melalui kontak kelamin (baik seksual atau non-seksual misalnya : tangan, alat-alat, pakaian). Karena tubuh anak-anak rentan sejalan dengan masa pertumbuhan mereka.
  • Infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apapun pada tahap awal dan separuh dari wanita yang didiagnose menderita kanker serviks di usia produktifnya yakni antara usia 35-55 tahun, saat masih diperlukan oleh keluarganya.

Kanker Serviks disebabkan oleh Virus HPV
Kanker serviks bukan penyakit keturunan, melainkan penyakit yang terjadi karena perubahan sel normal serviks dengan rasio 100% diakibatkan oleh virus HPV. Infeksi virus HPV terjadi dari epitel (lapisan luar permukaan serviks) ; disaat terinfeksi virus, terjadinya lesi prakanker ke kanker akan terjadi dalam kurun waktu sekitar 3 - 20 tahun, tetapi rata-rata adalah 10 tahun.

Berdasarkan World Health Organization (WHO data GLOBOCAN terbaru tahun 2012), penyakit kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian kedua di dunia setelah kanker payudara dan penyebab utama kematian dikalangan perempuan di negara berkembang. Di dunia, setiap 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks, setiap tahun sekitar 572.624 wanita di seluruh dunia didiagnosis kanker serviks dan sebanyak 265.653 meninggal karena penyakit ini ; sekitar 80% atau lebih dari 220.000 diantaranya berasal dari negara-negara berkembang.

Di Indonesia, setiap hari ada 38 kasus baru dan 21 wanita meninggal karena penyakit tersebut ; kanker serviks merupakan kasus terbanyak dan hampir 70% ditemukan dalam kondisi stadium lanjut.


HPV juga menyebabkan Kutil Kelamin
Kutil kelamin atau genital warts disebabkan oleh HPV tipe 6 & 11, dapat terjadi baik pada pria maupun wanita. Menurut data WHO, ~1 kasus baru kutil kelamin didiagnosa setiap detiknya, sekitar 89.192 kasus baru kutil kelamin di diagnosa di dunia setiap harinya. Meskipun tidak menyebabkan kanker, namun kutil kelamin memberikan beban psikologi, rasa malu dan biaya karena pada umumnya penyakit ini sering muncul kembali meski telah melalui proses pengobatan. Mereka yang terinfeksi oleh HPV tipe ini juga lebih rentan terhadap infeksi HPV tipe lain yang bisa jadi penyebab kanker serviks.


Lindungi Diri Kita dari Kanker Serviks dan Penyakit HPV Lainnya

Deteksi dini apa yang disarankan dan efektifitasnya tinggi ?
Pap smear merupakan standar skrining untuk kanker serviks dan penyakit HPV lainnya. Untuk meningkatkan akurasi bisa dilakukan pemeriksaan lain, misalnya IVA, kolposkopi, dan tes HPV DNA.

Apakah sudah terlindung dari kanker serviks jika melakukan pap smear rutin ?
Pentingnya tes pap untuk para wanita sebagai deteksi dini supaya kita dapat mengetahui lebih pasti. Dengan hasil yang terlihat dari tes pap, apabila ada ketidaknormalan maka dapat dilakukan perawatan atau pemeriksaan lanjutan dengan kolposkopi. Apalagi terdeteksi kanker serviks di stadium dini maka dapat di rawat dengan pilihan yang dirujukkan oleh dokter. Test pap dapat menjadi langkah utama untuk deteksi dini. Kombinasi deteksi dini dengan vaksinasi merupakan langkah penting dalam penanggulangan terhdap penyakit akibat virus HPV seperti kanker serviks.

Kapan tes pap dilakukan ?
Tes pap dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid atau dilarang atas petunjuk dokter. Waktu terbaik untuk skrining adalah antara 10 - 20 hari setelah hari pertama menstruasi ; sebaiknya wanita tidak emnggunakan douche atau pembersih vagina 1 - 2 hari sebelum pemeriksaan karena bahan-bahan tersebut tidak akan memberikan hasil yang memuaskan dan dapat menyembunyikan sel-sel abnormal. Bagi perempuan yang sudah menikah ataupun sudah pernah melakukan hubungan seksual dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tes pap setiap 3 tahun sekali (rekomendasi terbaru 2012).

Apakah memakai kondom bisa mencegah penyakit HPV ?
Masuknya virus HPV adalah melalui luka-luka sangat kecil (mikro lesi) di serviks atau vagina saat berhubungan seksual. Tetapi infeksi HPV ini juga dapat menular melalui oral ke genital atau jari-jari tangan ke genital atau alat-alat, pakaian, handuk. HPV tidak hanya menular melalui cairan, tetapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Kondom bisa meminimalisasi penularan virus tapi tidak bisa mencegah sepenuhnya karena daerah lainnya bisa terkena virus HPV.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit kanker serviks ?
Berita baiknya, infeksi HPV (yang dapat menimbulkan kanker) kini dapat dicegah melalui vaksinasi.

Vaksin HPV dapat diberikan kepada anak laki-laki dan perempuan mulai usia 9 - 10 tahun ; dan bagi perempuan dewasa bisa diberikan sampai usia 55 tahun. Dianjurkan untuk memberikan anak-anak vaksin HPV sejak usia dini untuk mendapatkan hasil yang maksimum dari vaksinasi. Selain itu karena tubuh mereka yang masih rentan dan dalam masa tumbuh kembang, kondisi anak-anak dengan mudah dapat terkena infeksi, sehingga sangat memerlukan perlindungan.

Vaksin HPV adalah serum yang berisi protein HPV (cangkang HPV, tidak mengandung DNA-HPV) yang dapat merangsang pembentukan respon imun didalam tubuh untuk melawan virus HPV.

Efektivitas total perlindungan terhadap kanker serviks >98% terhadap kanker serviks dan 100% terhadap kutil kelamin, juga 100% untuk pra kanker vulva. Karena manfaatnya tersebut, bahkan pemerintah di Australia, UK dan Malaysia sudah menjadikan vaksinasi HPV sebagai program imunisasi nasional di negaranya.

Apakah vaksin HPV aman untuk para wanita hamil ?
Tidak ada penelitian khusus vaksinasi yang dilakukan pada wanita hamil.Namun pada penelitian secara tidak langsung pada hewan, hasilnya tidak menunjukkan efek yang berbahaya pada kehamilan. Data ini tidak cukup untuk merekomendasikan vaksinasi masa kehamilan. Tetapi untuk QUADRIVALENT vaksin HPV, pemberian kepada wanita menyusui tetap diperbolehkan.

sumber : brosur yang digambar atas

Awal ceritanya adalah setelah baca blog Nie pun masih belum tertarik karena jujur : 
Pertama, gw sangat musuhan sama jarum suntik. Dari kecil, SD lah sempet beberapa kali kabur pas disekolah lagi ada imunisasi. SMP SMK mah udah ga ada imunisasi lagi wkkwkw... Terus di kantor lama suka adain donor darah tapi gw ga pernah berpartisipasi. Bukannya pelit, abis takut.. *hiks*

Kedua, setelah tau harga vaksinnya, gw mikir kok sayang amat yah wkwk *pelitnya keluar*

Ketiga, dikeluarga ga pernah ada keturunan yang kanker, jadi gw berpikir aman-aman aja.

Sampe akhirnyaaa pas kita lagi dinner gitu, si kko ditelepon. Dan ceritain obrolan dia di telepon, kalo salah satu karyawati di tempat dia kerja itu kena infeksi serviks. Belom sampe tahap kanker yah, baru infeksi. Tapi gw dengernya aja udah serem.. Jadi si karyawati (selanjutnya gw sebut Mrs L) ini sering ngeluh sakit perut, beberapa kali ijin ga masuk. Dan puncaknya nyampe pingsan dikantor ! OMG. Abis itu dibawalah Mrs L ke RS Hermina Tangerang dan dari situ dia ketauan kalo hamil diluar rahim (org suka blg namanya hamil anggur) dan harus di sesar untuk dikeluarin hari itu juga ! OMG. 
Setelah sesar dia harus rutin periksa ke dokter kandungan gitu dan entah kunjungan yang keberapa, dokter kasih tau kalo ada infeksi serviks di rahimnya. Padahal Mrs L ini ngerasa dia ga nunjukkin gejala apa2, keputihan juga emang ga pernah.

Setelah itu gw ngmg sama si kko kalo gw juga belom lama kemarin2 ini baca beberapa blogger melakukan vaksin HPV. Si kko langsung nyuruh gw vaksin juga demi kesehatan. Investasi jangka panjang dia bilang. Tapi kita ga langsung vaksin, ijin ke ortu gw dan mereka sangat dukung walaupun ga ngerti2 amat soal vaksin HPV hihi..

Sabtu 26 Desember 2015 gw sama si kko ke Siloam Lippo Karawaci buat vaksin. Sebelumnya si kko udah telpon buat nanyain ada dokter apa engga, biayanya berapa dll. Jadi vaksin bisa dengan dokter umum atau dokter kandungan. Mereka cuma nyuntik doang kok tugasnya, dan kita pilih dokter umum supaya lebih murah XP
Kita dilayani oleh Dokter Theresia Julian (dokter ini pernah nanganin gw juga sebelumnya waktu gw sakit). Sebelum disuntik, beliau bilang bahwa vaksin ini tidak menghilangkan resiko tapi mengurangi resiko. Gw dikasih yang tipe Gardasil *tanpa memberikan gw pilihan lohh, tapi emang sesuai sih ama yang kita mau*





Pastikan masih tersegel dan expire date harus diperhatikan

Vaksin Gardasil ini diberikan di bulan ke 0,2, dan 6 dan akan di stop kalo gw hamil selama masa vaksin.


jadwal vaksin



Lalu si kko dgn serius bertanya "dokter, kalo lagi vaksin kan jangan hamil dulu, kalo berhubungan badan boleh ?"
Me : "wakakkakakkak" *dalam hati*
Dokter : "Boleh kok ga masalah, cuma kalo hamil maka vaksin nya diberhentikan"

Well abis itu gw disuntik di otot kiri. Rasanya ? Sakit dan pegel banget, hiks.

Oiya di siloam juga ada paket untuk vaksin HPV. Gw sendiri ga ambil yang paket karna gw ama si kko masi galau mau nunda hamil atau engga wakakakk.. Soalnya juni kan gw harus vaksin lagi. Kalo ga nunda takutnya vaksinnya ga efektif karna cuma 2x. Kalo nunda, harus berhadapan dulu sama ortu masing2 hahahhaa
Saran gw mending vaksin jauh2 hari sebelum merid, biar bisa "bebas" :D

promonya sampe 31 maret 2016


Jauh lebih irit kalo pake paket, karena kalo engga 928an untuk vaksinnya doang, belom termasuk biaya dokternya, bayarnya bisa nyicil 3x pulaa :D



Cheers,


Retha
*gaya baru*

10 komentar:

  1. Wah murah yaa vaksinnya, harga yg ak dapet lebi murah sih dr itu karena promo klinik tp mesti bayar full :)

    Yupp mencegah lebih baik yaa retha :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Nie, lumayan kalo kata ak sih.. kalo dipake beli baju bisa dapet banyak *loh* :D

      Iya Nie sesuai kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati :)

      Hapus
  2. Kl hamil, mesti stop vaksin nya, ada alesan medis nya kah?
    terus setelah lahiran baru boleh di vaksin lg ya reth?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lbh bagus klo sebelum kita berhub badan katanya rochan, tapi gpp klo mau suntik, cuma harus ulang lagi dari awal yah bu (kyk pertamina)

      Hapus
    2. Biasanya kalo dokter ngomong sih ada alesan medisnya yaa cyn, noted nanti ak tanya dokternya di kunjungan kedua wkwk

      Tuh Mrs Apri menjawab... hihihii

      Hapus
  3. wahhh murah tuh segitu, Awal tahun kemarin g sekali suntik 1.1jt di RS puri Indah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buset awal taun lalu aja 1,1 yakk ckckkc
      Ga pake paket juga yah ?

      Hapus
  4. Hi, mar.. Okelah..brppun lbh bae mencegah. Dl i suntik start di maret 700rb/suntikan. Tp krn lgsng dr tmn yg dktr sih.

    BalasHapus
  5. hallo, saya mau tanya... jadwal suntik ke tiga itu yang bener 6 bulan setelah suntik ke dua atau 6 bulan setelah suntik pertama ? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo jugaa.. Bisa liat dikartu vaksin ya, itu 6 bulan setelah suntik pertama dilakukan

      Hapus